High School Memories Part I

"Hari Pertama Masuk Kelas X H, Yang Tak Kan Pernah Terlupakan "
Alkisah dimulai pada hari sabtu, 11 Juli 2009. Ketika itu, dua orang "senior" OSIS masuk kedalam ruang kelas. Misi mereka adalah membimbing anak anak X H untuk melaksanakan sesi Pra MOS ( Masa Orientasi Siswa ). Layaknya orang yang belum bertemu, mereka berdua memperkenalkan diri. Himawan Khalid dan Woro Damastuti. Ya...., mereka berdua adalah kakak kelas, dari kelas XI dan XII.

Lalu, perkenalan dari kami. Selanjutnya.... bla bla bla ( layaknya perkenalan biasa ). Tugas dan aturan MOS pun diberikan. Layaknya MOS di tempat lain, tugas tugas yang di berikan (dalam pemikiranku saat itu) "ga mutu". Buat tas dari janur lah, harus klimis rambutnya, bando, dan lain lain. Semua di tujukan sebagai sarana "balas dendam" (pemikiranku pada waktu itu). Dan tidak lupa, teman dan sebuah komunitas baru terbentuk, sebagai proses dari pendewasaan diri.

Jeng-jeng ...........!!!
hari pun berakhir dengan terpilihnya ketua kelas (Made), wakil dan perangkat lainnya. Tugas yang se abrekpun membayangi hari minggu pertama di SMA. Dengan tenangnya saya pulang untuk mempersiapkan tugas tersebut, walau sore hari harus ke tempat Tante yang sedang punya hajatan.

Hari minggu pun tiba, tugas yang banyak itu dikerjakan di kelas. Semua bekerja dengan sungguh sungguh, walaupun masih berkubu kubu. Disaat mencoba menyelesaikan tugas, mata ku ter-alihkan kepada seorang teman perempuan sekelas. Bukan karena paras dan bodinya yang aduhai. Tapi dengan apa yang Ia kenakan di tubuhnya. Ya, pakaian, kaos yang dia gunakan dengan "PD"-nya. Bertuliskan :

" I Love (simbol daun cinta merah)
Miyabi "

Whatt...??? Dalam hati ku berpikir, "waras ora iki bocah??". ( Diwaktu itu, baru booming pro dan kontra produser film horror mengundang Miyabi sang ratu bugil jepang bro.... ). Setelah melihat hal itu, yang saya lakukan hanyalah bertanya kepada teman disamping, Danang. 

Hari semakin berjalan dengan cepatnya, ketika menikmati dan mengerjakan aktifitas. Akhirnya tugas "besar" selesai, kecuali Tas Janur. Tak ada yang bisa, mampu, dan kreatif untuk membuatnya. Alhasil, jalan pintas di anggap pantas. Dibelilah tas ayam yang ada di pasar. Masalah kelar, tunggu hari esok untuk menjalankan aktifitas " Hari Pertama ".


Bersambung..........

0 comments:

okezone.com