Peristiwa Tragedi Nasional

D. N. Aidit
1.Pada tahun 1948, terjadi pemberontakan PKI yang disebut-sebut sebagai pemberontakan PKI pertama. Pemberontakan itu terjadi di Madiun. Namun sebenarnya, pemberontakan PKI itu bukan merupakan yang pertama kalinya. Pada bulan November 1926, diadakan pertemuan pemimpin PKI di Solo untuk mengadakan revolusi yang dimulai dari Sumatra Barat. Akan tetapi, akibat kesalahpahaman, revolusi terjadi tidak bersamaan. Di pulau Jawa pada bulan November 1926, sedangkan di Sumatra terjadi pada bulan Januari 1927. Keduanya berhasil digagalkan.


2.Dokumen Gilchrist adalah dokumen yang seolah menyebutkan andanya Dewan Jendral di Angkatan Darat dan bertugas menilai kebijakan politik Presiden Soekarno. Dalam dokumen itu, seolah-olah menyebutkan adanya kerjasama antara Dewan Jendral dengan CIA, akibat tulisan our local army friends. Dokumen itu diterima oleh Dr. Soebandrio pada tanggal 15 Mei 1965, melalui pos tanpa paraf atau tanda tangan si pembuat. Ditemukan di rumah William (Bill) Palmer. Dr. Soebandrio melaporkannya kepada Presiden Soekarno dan memperbanyaknya untuk dibagi-bagikan ke luar negeri.

3.Gerakan 30 September 1965 atau G 30 S/ PKI sebenarnya direncanakan untuk diadakan pemberontakan pada tanggal 17 Agustus 1966. Hal ini dikarenakan oleh adanya pernyataan dari tim dokter ahli china yang merawat Presiden Soekarno, yang mengatakan bahwa presiden akan lebih cepat meninggal, atau setidaknya akan lumpuh seumur hidup. Mengingat penyakit Presiden Soekarno yang semakin gawat, ditambah dengan adanya pernyataan tim dokter China itu, maka D. N. Aidit memutuskan untuk mempercepat pemberontakan yang sebelumnya direncanakan terjadi tanggal 17 Agustus 1966, menjadi 30 September 1965. Alasannya adalah jikalau ternyata PKI gagal, Presiden masih dapat membela mereka.

0 comments:

okezone.com