Curahan Hati Seorang Pengecut

Inilah saya yang sebenarnya. Hanya seorang pengecut, tukang mengeluh, tukang menggerutu, dan penakut dalam hal cinta. Kemana saya akan bercerita? BK kah? Ortu? teman? tidak. Hanya disinilah saya berani bercerita. Dimana hanya keluh kesah curahan hati yang aku tampilkan tanpa ada yang menggubris.

Heh,... Menggubriss?
melihat saja tidak,.....!!!

Ini bukan masalah pelajaran, pekerjaan,
keluarga atau sebagainya. Ini adalah masalah hati yg tak berani mengungkapkan kata2 cinta.

"Hanya karena kau teman ku sejak dulu, dan karena aku tak pernah mengerti isi hatimu?" pikiranku berbicara.
Namun hatiku yang terdalam sebenarnya berkata, karna aku takberani mengungkapkan rasa yang aku pendam. Aku hanyalah seorang penakut tak lebih dari itu.

Juli 2006, Aku dari SD disebuah desa diterima di SMP favorit diwilayahku. Aku takut ketika tidak adanya temanku (hanya 2 orang) berada satu kelas dengan ku. Ketika itu, utk pertama kalinya saya mencari teman sendiri dengan cara "sok kenal". Dihari itu pula aku bertemu denganmu. Kita (berempat) bercanda ria bersama. tanpa ada rasa canggung karna baru kenal. Hari-hari itu dilewati dengan bermain bersama (sekelas).
Bersama-sama dikelas 7A selama 1 tahun, hingga kita naik kelas masih belum ada rasa apa" dihati ini.

Juli 2007, Kelas 8. terjadi perombakan. Semua kocar kacir dipecah tak karuan. Namun semua itu membuat semua saling kenal. Pada akhirnya semua pun bisa naik kelas (walaupun ada 1 yang tidak). Pada waktu itu aku juga belum merasa ada yang mengganjal dihati.

Juli 2008, Kelas 9. Aku yang seharusnya kembali ke A, akhirnya harus ke F karena untuk kelas percobaan. Namun kau tetap di A.

Nov 2008 kelas dirombak ditengah jam" krusial untuk persiapan ujian nasional. Sebagian kelas A pindah, namun kamu tidak. Tetap di situ. Aku pun kembali ke kelas A. Dan tetap seperti byasa. Tak ada rasa apapun denganmu. Hanyalah sedikit "benih2 cinta" dengan orang lain. Huuuhhhh,,,,,... Jalani seperti biasa tanpa ada sesuatu yang mengganjal di hati ini. Suatu ketika aku ingin pergi ke utara. Dengan harapan bisa diterima dan yakin akan diterima. Sampai2 diajak ke selatan, aku pun tidak mau. Namun, entah kenapa aku jadi pergi keselatan. Dan tanpa kusadari kau pun pergi keselatan, ditempat yang sama.

Juli 2009, lokal kelas kita bersebelahan. Dan masih tak kusadari itu semua. Kau makin menjulang, sementara aku makin meredup bersamaan dengan 'gembar-gembor' yang aku lakukan. Hingga suatu ketika, aku lebih memilih sosial dari pada sains. Namun sekali lagi entah kenapa aku jadi pilih sains, dan kau pun juga di sains.

Juli 2010, sekali lagi aku satu kelas denganmu untuk 2 tahun kedepan. masih tanpa ada rasa yang berarti. Aku juga mengejar yang lain. Entah bagaimana dengan mu? Tak ada suatu rasa yang berarti diantara kita, hingga suatu ketika kau nampak cantik ketika memutuskan untuk berhijab. Walau, aku sempat terpesona meliahtmu, namun bagi ku tak ada rasa lain selain simpati.

Ya.... tak lebih dari itu. Ketika melihat rambutmu yang keluar dari hijab, aku pun langsung memberitahumu. Dalam anggapanku, jika rambut sampai keluar, itu akan sia2 usahanya menutup aurat. Dimasa itu, kau pun terus di'comblangkan' dengan sainganmu di papan atas. Sementara aku selalu menjadi yang terakhir di sini. Tak masalah bagi ku, kita hanya teman tak lebih dari itu. Tak sadar pula aku selalu setiap hari menanyakan pr kepadanya. Namun semua kuanggap biasa

Juli 2011, kita semua naik kelas. Dengan bangganya, anak kelas 12 menjadi paling senior. haha. Awalnya hanya biasa, ketika itu aku juga tak pernah merasa menyukaimu, Walaupun saya selalu menghindar dari orang yang kukejar dulu. Entah kenapa, saya tidak tahu.
Ujian praktek kimia, aku tak menguasai semua materi teori maupun praktek. Aku beruntung ketika mengambil undian, bisa bersama dengan ahli kimia di kelasku. Namun, semua itu dianulir oleh penguji. Karena adanya nomor ganda, akhirnya aku mengambil undian lagi. Aku pun bisa satu tempat denganmu dengan materi yang aku kuasai. Hal itu pun masih tak kusadari.

Sampai beberapa hari setelah itu hingga sebelum ujian nasional, aku terus memikirkanmu. "apa yang sebenarnya terjadi?"
"kenapa pada saat -saat krusial rasa itu datang?"
Hingga aku memimpikanmu. Aku berusaha memberanikan diri untuk menelponmu. Namun kau menolak untuk panggilan itu, mengajak sms. Ok, aku sms kamu. Apa yang ingin aku katakan adalah "aku suka padamu". Namun, karena KETIDAK BERANIAN ku, aku kemudian membicarakan perihal mimpi itu.

Hah....!!!! dasar pengecut.!!!

LULUS 100%
Akhirnya kupendam rasa ini selamanya, hingga saat ini. Sempat senang mendengar jika kau kuliah 1 kota dengan ku. Walau beda PT, tak apalah. Sudah cukup membuat hati ku senang, gembira, bahagia. Walaupun aku takberani mengungkapkan rasa ini.

"KU TERBIASA TERSENYUM TENANG
WALAU, HATIKU MENANGIS"

Kutipan lagu dari grup band favoritmu itulah yang bisa menggamabrkan perasaanku saat ini. Mungkin tak kurang dan tak lebih. Bagaimanapun aku tak akan pernah tahu isi dari hatimu, dengan siapa kamu berjalan, dan apa keinginanmu. Tetaplah berjalan dengan tujuan yang kau inginkan. Disini aku hanya bisa berdo'a dan berusaha dengan senyum, mengikuti aliran takdir Illahi. Good Luck....!!!!





5 comments:

Bangga mengatakan...

eciieeee...
yo gek diungkapke nuwh selak si dia direbut orang lain :D

Bangga mengatakan...

eciiieeee :3
yo gek diungkapke bro..
selak si dia direbut orang lain... :P

Y N Pratama 77 mengatakan...

Ora lik, bar etuk pencerahan aku. :D
Biarkan semuanya berjalan seperti air mengalir. :D

Unknown mengatakan...

walah lah..
nanti mengalir sampai jauh lho.. tak terkejar :P

Y N Pratama 77 mengatakan...

akhirnya kelaut bro:D

okezone.com